Morning Coffee
Bulan Februari menurut para pengamat yang suka mengamat-amati mengenai cuaca dan curah hujan diyakini sebagai bulan puncak yang memiliki curah hujan tertinggi di musim penghujan ini. Memang tidak salah perkiraanya, karena sering sekali hujan meski matahari bersinar cerah. Pagi hari terasa lebih dingin dari biasanya dikarenakan hujan yang turun malam sebelumnya.
Pagi itu aku menggigil kedinginan. Tidurku terusik oleh dinginnya udara pagi yang berhembus melalui jendela kamarku. Kubuka mata dengan susah payah karena masih merasa begitu membutuhkan waktu lebih untuk memejamkan mata sejenak lebih lama lagi. Kuingin tidur lebih lama lagi apalagi ketika kulirik jam dinding yang menunjukkan pukul 6 pagi. Memang sang surya telah muncul untuk menerangi langit, tetapi bagiku yang barusaja memejamkan mata selama 3 jam rasanya matahari keluar terlalu dini. Kubetulkan posisi tidurku yang tak karuan arahnya diatas kasurku yang ukurannya queen size, ternyata kemarin – atau lebih tepatnya dini hari tadi – aku tertidur ketika sedang browsing menggunakan laptop Axioo NVE685 yang dipercayakan kantor kepadaku. Laptop itu dalam posisi terbuka begitu saja dan layarnya hitam kelam tanda bahwa dia kelelahan setelah tidak diberi suplai listrik untuk sel-sel baterainya.Tidur kelonan dengan laptop, hmm seems awfully familiar to me lately. Dengan berat hati kuseret diriku untuk keluar kamar dan melakukan aktivitas pagiku.
Singkat cerita sampailah aku di kantor tepat saat jam kerja. Memang idealnya sudah di kantor sebelum jam kerja dimulai dan mulai kerja saat jam kerja dimulai, tapi begini sudah jauh lebih baik daripada dahulu. Kubongkar isi tas laptop di atas meja. Kukeluarkan Axioo hitam yang selalu menemani hari-hariku menggantikan Axioo CL51 silver yang dulu sering kusentuh dan kujamah. Ada rasa rindu akan si CL51 karena sensasi yang kurasa ketika menekannya lembut-lembut, menjelajahi setiap lekukannya, meraba sisinya untuk mencari USB port, dan menekan tombol power untuk menghidupkannya terasa berbeda ketika dengan si NVE685 ini. Kubuka layar si hitam, kutekan tombol powernya sampai nyala biru yang cerah kulihat berpendar, kusiapkan suplai listrik melalui adaptor untuk dapat diberikan sewaktu-waktu si hitam kelaparan, tak lupa kuraba sisi kirinya untuk menemukan lubang yang tepat bagi tetikus hitam yang kini semakin lama semakin pas dalam genggamanku. Diriku merasa semakin nyaman menggunakan tetikus hitam kecil ini, padahal dahulu aku lebih nyaman menggunakan tetikus Logitech ku di rumah, tanpa ekor namun berukuran lebih besar.
Setelah panggung selesai disiapkan, aku masih merasa ada yang kurang. Aku yang masih kurang sadar pagi ini. Dengan langkah gontai kuberjalan menuju rak piring, kuambil gelas dan sendok tak lupa menyambar sebungkus Tora Bika Kopi Jahe yang kubawa dari rumah. Sudah lama aku tidak menikmati kopi lagi, karena menghindari kafein dan gula terlalu banyak. Tapi pagi ini aku butuh kopi, apalagi sudah lama aku tidak minum kopi jahe ini, enak dan hangat menurutku. Memang bagi sebagian orang tidak menyukai kopi yang non-instant, yang akan meninggalkan ampas kopi, yang tidak bisa langsung dinikmati karena harus menunggu endapan kopi terbentuk agar tidak terminum, yang tidak bisa jika hanya diseduh dengan air panas sekitar 80 Celcius karena harus benar-benar diseduh dengan air mendidih agar bubuk kopi itu matang dan mengeluarkan aroma yang sungguh harum mewangi. Segelas kopi harum panas dengan sepihan serbuk jahe yang menghangatkan badan di pagi hari, dan aku siap untuk bekerja.
@ office, while enjoying my morning coffee
Loading...
ndut2.. u bener2 gila.. sempet2 e nulis detail begini.. apalagi yg bagian jamah menjamah… ancene gendeng… wakakakkakaka….
but agree for a cup of coffe in a cool morning day… hm….yummy… hehehhe
nonik - February 6, 2009 at 10:44 am
hehehe…
kan beneran, kl pikirannya ngeres.. diluar tanggung jawab. hahaha
yup.. viva la coffee
saintfalcon - February 6, 2009 at 11:21 am
Beh.. menjerang kopi saja pakai ukur suhu air, kayak barista profesional saza kaw ini hehe..
Jiewa - February 20, 2009 at 10:42 am
@Jie : lho kan menurut teorinya begitu, coba lihat dibalik bungkus kopinya.. haha
saintfalcon - February 20, 2009 at 10:47 am
hehehe… saya suka gaya lo bro… eh, ngomong2. saya juga lagi pegang cl51… kemaren diformat temen, begitu diinstal lagi, saya lupa cd nya ga kebawa, masih di kos-kosan temen… bisi nulung ga bos??? hehehe… lam kenal yap??!!
Yayang - March 15, 2009 at 11:36 am
Thanks,
salam kenal juga
Sekarang sudah ga pegang CL51 lagi, sudah ganti ke NVE Series, maaf nih ga bisa bantu
Good luck dapetin kembali CD CL51-nya yah,
atau seharusnya bisa bawa CD kosong ke ITClinic terdekat untuk copy driver CL51
Urusan service Axioo, langsung aja ke ITClinic bro
cheers~
saintfalcon - March 15, 2009 at 2:26 pm